recyclehand

Oscar vs BAFTA: Perbedaan, Kriteria, dan Dampaknya pada Industri Perfilman Global

II
Ihsan Ihsan Marpaung

Perbandingan mendalam antara Oscar dan BAFTA dalam hal kriteria penilaian, sejarah, dan dampaknya pada industri perfilman global. Pelajari bagaimana kedua penghargaan ini mempengaruhi alur cerita, pengembangan karakter, dan definisi film berkualitas.

Dalam dunia perfilman global, dua penghargaan paling bergengsi yang sering menjadi tolok ukur kesuksesan sebuah film adalah Oscar (Academy Awards) dari Amerika Serikat dan BAFTA (British Academy Film Awards) dari Inggris. Meskipun keduanya menghargai karya film terbaik, terdapat perbedaan mendasar dalam kriteria, sejarah, dan dampaknya pada industri. Artikel ini akan mengupas perbedaan antara Oscar dan BAFTA, bagaimana keduanya mempengaruhi alur cerita dan pengembangan karakter, serta peran mereka dalam membentuk definisi film berkualitas secara global.

Sejarah Oscar dimulai pada tahun 1929, ketika Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) didirikan untuk memajukan seni dan ilmu perfilman. Penghargaan ini awalnya hanya diikuti oleh film-film Hollywood, tetapi seiring waktu berkembang menjadi ajang internasional yang diikuti oleh film dari berbagai negara. Sementara itu, BAFTA didirikan pada tahun 1947 sebagai British Academy of Film and Television Arts, dengan fokus awal pada film Inggris sebelum membuka diri untuk film internasional pada tahun 1960-an. Perbedaan sejarah ini mempengaruhi cara kedua penghargaan menilai film, di mana Oscar cenderung lebih Amerika-sentris, sedangkan BAFTA memiliki perspektif yang lebih global sejak awal.

Kriteria penilaian Oscar dan BAFTA juga memiliki perbedaan signifikan. Oscar dinilai oleh anggota AMPAS yang terdiri dari sekitar 10.000 profesional industri film di Amerika, termasuk sutradara, aktor, penulis skenario, dan kru teknis. Proses penilaiannya melibatkan pemungutan suara dalam beberapa tahap, dengan kategori seperti Best Picture, Best Director, dan Best Actor yang menjadi fokus utama. Di sisi lain, BAFTA dinilai oleh sekitar 6.500 anggota yang berasal dari industri film dan televisi Inggris serta internasional. Kriteria BAFTA sering kali lebih menekankan pada aspek teknis dan seni, dengan kategori seperti Best British Film yang menjadi pembeda. Perbedaan ini mempengaruhi bagaimana film dinilai, di mana Oscar mungkin lebih fokus pada daya tarik komersial dan narasi emosional, sedangkan BAFTA cenderung menghargai inovasi teknis dan kedalaman artistik.

Dampak Oscar dan BAFTA pada industri perfilman global sangat besar. Sebuah film yang memenangkan Oscar sering kali mengalami peningkatan pendapatan box office secara signifikan, baik di Amerika maupun internasional. Misalnya, film "Parasite" yang memenangkan Best Picture pada tahun 2020 melihat penjualan tiketnya melonjak setelah penghargaan. Oscar juga mempengaruhi tren industri, seperti mendorong lebih banyak film dengan tema sosial atau politik. Sementara itu, BAFTA memiliki dampak yang kuat di Eropa dan pasar film Inggris, di mana kemenangan di ajang ini dapat membuka peluang distribusi dan pendanaan untuk film independen. BAFTA juga dikenal karena mendukung keragaman dan inklusivitas, yang mempengaruhi bagaimana film dari latar belakang berbeda dinilai dan diproduksi.

Dalam hal alur cerita dan pengembangan karakter, Oscar dan BAFTA sering kali memiliki preferensi yang berbeda. Oscar cenderung menghargai film dengan alur cerita yang linear dan mudah diikuti, serta karakter yang mengalami transformasi emosional yang jelas, seperti dalam film "The King's Speech" atau "Green Book". Di sisi lain, BAFTA lebih terbuka terhadap alur cerita yang eksperimental dan kompleks, serta karakter yang ambigu atau multi-dimensi, seperti yang terlihat dalam film "The Favourite" atau "1917". Perbedaan ini mempengaruhi bagaimana pembuat film mendekati proyek mereka, di mana beberapa mungkin menyesuaikan cerita untuk menargetkan Oscar, sementara yang lain fokus pada kreativitas artistik untuk menarik perhatian BAFTA.

Definisi film berkualitas juga dibentuk oleh Oscar dan BAFTA. Oscar sering kali mendefinisikan film berkualitas sebagai karya yang memiliki produksi tinggi, performa akting yang kuat, dan pesan universal yang resonan dengan penonton global. Contohnya, film seperti "Titanic" atau "The Lord of the Rings: The Return of the King" yang memenangkan Oscar menekankan skala epik dan daya tarik massal. Sebaliknya, BAFTA mendefinisikan film berkualitas melalui lensa artistik dan kultural, dengan fokus pada orisinalitas, suara sinematik yang unik, dan kontribusi pada warisan film. Film seperti "12 Years a Slave" atau "Roma" yang dihargai oleh BAFTA menunjukkan komitmen terhadap cerita yang mendalam dan representasi budaya.

Perbandingan dengan penghargaan film lain seperti Golden Globes dan Piala Citra juga penting untuk memahami konteks global. Golden Globes, yang diberikan oleh Hollywood Foreign Press Association, sering kali dianggap sebagai indikator awal untuk Oscar karena jadwal penghargaannya yang lebih awal. Namun, Golden Globes memiliki kategori terpisah untuk film drama dan komedi/musikal, yang mempengaruhi bagaimana film dikategorikan. Sementara itu, Piala Citra (Indonesian Film Festival) mewakili penghargaan film nasional di Indonesia, dengan fokus pada film lokal dan kriteria yang mencerminkan budaya Indonesia. Perbedaan ini menunjukkan bagaimana setiap penghargaan memiliki peran unik dalam industri, dengan Oscar dan BAFTA sebagai pemain global yang mempengaruhi standar internasional.

Festival film juga berperan dalam hubungan antara Oscar dan BAFTA. Festival seperti Cannes, Sundance, atau Venice sering menjadi tempat di mana film pertama kali diputar dan mendapatkan perhatian kritikus, yang kemudian dapat mempengaruhi peluang mereka di Oscar atau BAFTA. Misalnya, film "Nomadland" memenangkan Golden Lion di Venice sebelum akhirnya meraih Oscar Best Picture. BAFTA juga memiliki hubungan erat dengan festival film Inggris, seperti London Film Festival, yang membantu mempromosikan film independen. Interaksi ini menciptakan ekosistem di mana festival film berfungsi sebagai platform peluncuran, sementara Oscar dan BAFTA memberikan pengakuan akhir yang berdampak pada kesuksesan komersial dan kritik.

Dari perspektif industri, Oscar dan BAFTA tidak hanya sekadar penghargaan tetapi juga alat pemasaran yang kuat. Sebuah nominasi Oscar dapat meningkatkan nilai sebuah film di pasar internasional, menarik perhatian distributor dan penonton. Demikian pula, kemenangan BAFTA dapat membuka pintu untuk koproduksi internasional dan pendanaan dari badan film Eropa. Namun, kritik terhadap kedua penghargaan juga muncul, seperti kurangnya keragaman dalam nominasi atau bias terhadap film berbahasa Inggris. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua institusi telah berusaha untuk mereformasi kriteria mereka, misalnya dengan menambahkan persyaratan keragaman untuk nominasi Oscar atau memperluas keanggotaan BAFTA untuk mencerminkan masyarakat yang lebih inklusif.

Kesimpulannya, Oscar dan BAFTA adalah dua pilar penghargaan film global yang memiliki perbedaan mendalam dalam kriteria, sejarah, dan dampaknya. Oscar, dengan akar Amerikanya, cenderung fokus pada daya tarik komersial dan narasi emosional, sementara BAFTA, dengan perspektif Inggris dan global, lebih menekankan aspek teknis dan artistik. Keduanya mempengaruhi bagaimana alur cerita dan pengembangan karakter dirancang, serta mendefinisikan apa yang dianggap sebagai film berkualitas. Dalam industri yang terus berkembang, peran Oscar dan BAFTA tetap penting sebagai pengakuan prestasi dan pendorong inovasi, meskipun keduanya harus terus beradaptasi untuk mencerminkan keragaman dan dinamika perfilman modern. Dengan memahami perbedaan ini, penonton dan pembuat film dapat lebih menghargai kompleksitas dunia penghargaan film dan dampaknya pada karya yang kita nikmati.

Untuk informasi lebih lanjut tentang tren dalam industri hiburan, kunjungi Hbtoto dan temukan wawasan tentang berbagai topik menarik. Jika Anda tertarik dengan strategi dalam permainan, cek trik lucky neko terbaru untuk tips yang berguna. Bagi penggemar slot, pelajari trik main slot lucky neko untuk pengalaman bermain yang lebih baik.

OscarBAFTAPenghargaan FilmAcademy AwardsBritish Academy Film AwardsPerfilman GlobalKriteria Penilaian FilmSejarah FilmFestival FilmGolden GlobesPiala CitraAlur CeritaPengembangan Karakter

Rekomendasi Article Lainnya



RecycleHand - Panduan Lengkap Penentuan Alur Cerita & Pengembangan Karakter

Di RecycleHand, kami berkomitmen untuk memberikan panduan terlengkap bagi para penulis, mulai dari pemula hingga profesional, dalam menentukan alur cerita dan pengembangan karakter yang menarik.


Dengan tips dan trik yang kami sajikan, Anda dapat menciptakan karya yang tidak hanya enak dibaca tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan alur cerita yang memikat.


Pengembangan karakter dan penentuan alur cerita adalah dua aspek fundamental dalam menulis kreatif.


Melalui artikel-artikel kami, Anda akan belajar bagaimana membangun karakter yang dapat dipercaya dan alur cerita yang mengalir dengan baik, sehingga pembaca Anda akan terus terlibat dari awal hingga akhir cerita.


Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan menulis Anda.


Kunjungi RecycleHand sekarang dan temukan berbagai sumber daya yang dapat membantu Anda dalam perjalanan menulis Anda.


Dari teknik menulis hingga pengembangan plot, kami memiliki semua yang Anda butuhkan untuk sukses dalam dunia penulisan kreatif.

© 2023 RecycleHand. Semua Hak Dilindungi.